Rabu, 08 Mei 2013

EKSTERNALITAS



Eksternalitas adalah kegiatan atau tindakan (ekonomi) yang membawa dampak bagi orang lain. Dalam ilmu ekonomi, eksternalitas dijelaskan sebagai dampak yang timbul akibat hasil pasar terhadap kelompok selain produsen dan konsumen. Eksternalitas dibagi menjadi dua yaitu, eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Adanya eksternalitas, menjadikan pasar tidak efisien sehingga menimbulkan kegagalan pasar.
Eksternalitas positif adalah tindakan (ekonomi) yang membawa dampak positif kepada orang lain. Contoh kegiatan yang merupakan eksternalitas positif adalah imunisasi, pendidikan, dan penemuan teknologi baru.
Grafik eksternalitas positif dalam konsumsi (sumber: mankiw)
Berdasarkan grafik di atas, dijelaskan bahwa pasar memproduksi lebih rendah dari pada yang masyarakat butuhkan. Selain itu, dalam eksternalitas positif nilai pribadi suatu barang melebihi nilai sosialnya. Barang akan mencapai jumlah optimum yang melebihi jumlah keseimbangan. Dalam keseharian, pemerintah melakukan internalisasi dengan cara memberi subsidi. Hal ini dilakukan agar jumlah pasar dapat mendekati jumlah optimum.
Eksternalitas negatif adalah tindakan (ekonomi) yang membawa dampak negatif kepada orang lain. Contoh yang dapat membawa dampak negatif adalah merokok, membuang limbah sembarangan, asap kendaraan dan pabrik, dan mabuk karena minuman beralkohol.
Grafik eksternalitas negatif dalam konsumsi (sumber: mankiw)
Berdasarkan grafik di atas, dijelaskan bahwa jumlah optimum terjadi pada jumlah yang lebih kecil dari pada jumlah keseimbangan. Pada eksternalitas negatif, pasar memproduksi barang yang lebih banyak dari pada jumlah optimum. Selain itu, nilai pribadi barang lebih tinggi dari pada nilai sosialnya.
Untuk menanggulangi eksternalitas negatif dapat dilakukan dengan dua cara. Penanggulangan eksternalitas dapat dilakukan dengan campur tangan pemerintah atau tanpa campur tangan pemerintah. Penanggulangan terhadap eksternalitas negatif ini sangatlah diperlukan untuk melindungi masyarakat.
Kebijakan melalui campur tangan pemerintah dibagi menjadi dua yaitu, kebijakan publik dan kebijakan berdasarkan pasar. Kebijakan publik adalah kebijakan untuk menanggulangi eksternalitas negatif dengan cara menetapkan peraturan dan melakukan pengendalian terhadap kegiatan yang berdampak negatif bagi masyarakat. Kebijakan berdasarkan pasar terdiri dari dua yaitu, menentapkan pajak, dan pertukaran izin mengeluarkan polusi. Dengan adanya pajak diharapkan swasta mampu untuk meningkatkan efisiensi sosial atas eksternalitas negatif yang ditimbulkan. Sedangkan dengan adanya pertukaran izin mengeluarkan polusi maka perusahaan yang dapat menanggulangi polusi dengan biaya rendah dapat menjual izinnya kepada perusahaan yang menanggulangi polusi dengan biaya tinggi.
Kebijakan lain yang dapat ditempuh untuk menanggulangi eksternalitas negatif adalah kebijakan tanpa campur tangan pemerintah. Kebijakan ini bertujuan agar pasar menyelesaikan sendiri masalah atau dampak eksternalitas negatif tersebut. Kebijakan ini dapat dibagi menjadi empat. Kebijakan tersebut meliputi, penerapan kode etik moral dan sanksi sosial, pengawasan oleh lembaga atau organisasi sosial, pengintegrasian beberapa tipe bisnis, dan pelaksanaan perjanjian antara pihak yang berkepentingan.
Eksternalitas dapat menyebabkan tidak efisiennya pasar sehingga menimbulkan kegagalan pasar. Dalam eksternalitas, tindakan produsen dan konsumen membawa dampak kepada kelompok lain. Akan tetapi, dampak yang disebabkan ini tidak dibayarkan oleh konsumen dan produsen kepada kelompok lain. Dengan kata lain, produsen dan konsumen di dalam pasar mengabaikan adanya efek external yang timbul akibat kegiatan pasar. Hal ini menyebabkan jumlah equilibrium antara permintaan dan penawaran pada pasar menjadi tidak efisien akibat diabaikannya efek eksternal tersebut. Oleh karena itu, terjadilah kegagalan pasar akibat equlibrium gagal dalam menghitung manfaat kepada masyarakat secara keseluruhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar